Pengertian, Tujuan, Kelebihan dan Kekurangan Metode Agile

Pengertian Agile

https://img.freepik.com/free-photo/agile-agility-nimble-quick-fast-volant-concept_53876-123746.jpg?size=626&ext=jpg&ga=GA1.2.1398227005.1655550954

Kamu yang bekerja dalam bidang software development pastinya sudah tidak asing lagi bukan dengan istilah satu ini? Agile adalah suatu metode pengembangan software komputer yang dilakukan secara bertahap dan berulang (iterasi).

Umumnya, masa iterasi ini berjalan antara 1-4 minggu. Namun, ada juga yang berbeda-beda. Tergantung pada project yang dikerjakan dan metode yang digunakan.

Iterasi pada agile sendiri lebih fokus ke upaya pengembangan software yang cepat sesuai dengan perubahan kebutuhan konsumen, tentunya dengan melibatkan keseluruhan tim.

Dengan agile ini, kamu bisa membuat perubahan pada software sesuai dengan kondisi pasar sebelum software ini benar-benar selesai.

Alhasil, pengembangan software jadi jauh lebih fleksibel, efisien, dan up to date karena selalu menyesuaikan kondisi pasar di setiap iterasinya.

Semakin lama, metode agile ini semakin populer dan banyak digunakan lantaran mampu membantu para developer untuk menciptakan sebuah software dengan lebih efisien dan sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Agile development sendiri juga kerap disebut sebagai framework lantaran didalamnya terdapat berbagai metode yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan.

Baca juga : Cara Membuat Situs Web Profesional dengan Mudah dan Praktis

Tujuan Metode Agile

Tujuan Metode Agile

https://img.freepik.com/free-vector/agile-infographic-concept_23-2148588655.jpg?size=626&ext=jpg&ga=GA1.2.1398227005.1655550954

Metode Agile adalah salah satu metode yang dinilai lebih efisien dan fleksibel dibandingkan dengan metode lama (Waterfall Model). Hal ini sendiri tak lepas dari berbagai tujuan agile development yang meliputi

1. High – Value & Working App System 

Menghasilkan software bernilai jual tinggi dan berkualitas sekaligus untuk menekan biaya pembuatan.

2. Iterative, Incremental, Evolutionary 

Agile adalah metode pengambangkn yang dilakukan secara iterative, berulang, dan bisa mengalami perubahan (apabila dibutuhkan). Metode agile ini fleksibel dan dapat digunakan dalam project development jangka pendek.

Baca juga : Pengertian, Konsep, Tujuan, Manfaat dan Contoh Marketing Mix

3. Cost Control & Value – Driven Development 

Pengembangan software disesuaikan dengan kebutuhan user sehingga developer team dapat mengontrol biaya dan waktu yang diperlukan.

4. High – quality production 

Menjaga kualitas dari produk yang dihasilkan. Meskipun waktu dan biayanya lebih sedikit.

Baca juga : Pengertian, Sejarah dan Perkembangan Blog Pribadi

5. Flexible & Risk Management 

Pertemuan dengan klien bisa dilakukan kapanpun, fungsionalitas perangkat lunak akan selalu terjaga, dan meminimalisir terjadinya kesalahan pada produk (software).

6. Collaboration 

Proses kolaborasi yang bertujuan agar para developernya dapat mendiskusikan feedback yang diberikan oleh klien.

7. Self – organizing, Self – Managing Teams 

Memberikan akses kepada para developer untuk memanajemen sendiri masalah software development.

Baca juga : Cara Kirim dan Tips Mengemas Paket Via Ekspedisi

Macam-Macam Metode Agile

Macam-Macam Metode Agile

https://img.freepik.com/free-photo/adult-woman-presenting-business-plan_23-2148513847.jpg?size=626&ext=jpg&ga=GA1.2.1398227005.1655550954

Agile adalah pengembangan yang menggunakan 8 metode berbeda sebagai sebuah kerangka kerja, yakni :

1. Scrum Methodology 

Fokus ke pengemangan software yang kompleks. Terdiri atas beberapa sprints, sprints agile sendiri adalah beberapa small progress yang masing-masing memiliki fitur tertentu.

2. Scaled Agile Framework (SAFe) 

Diperuntukkan bagi perusahaan besar yang ingin mengadopsi sistem agile ini. Metode ini memungkinkan terjalinnya kerjasama antar bagian dalam perusahaan ketika menjalankan proyek.

Baca juga : Cara Kirim dan Rekomendasi Jasa Kirim Paket ke Luar Negeri

3. Lean Software Development (LSD) 

Tujuannya adalah untuk mengembangkan software dengan menggunakan SDM yang minim. Dilakukan dengan meluncurkan MVP (Minimum Viable Product) sesuai dengan kebutuhan konsumen.

4. Kanban 

Metode agile yang dilakukan secara visual. Hal ini membuat alur kerjanya lebih terpantau. Metode ini sendiri menggunakan papan virtual yang disebut sebagai Kanban Board. Ada 3 tahap dalam Kanban Board ini. Diantaranya adalah : To Do, In Progress, dan Done.

Baca juga : Contoh, Jenis Barang, Hingga Tips Mengirim Paket

5. Extreme Programming (XP) 

Lebih fokus ke sisi teknis pengembangan sehingga software yang dihasilkan memiliki kualitas yang lebih tinggi. Kompetensi developer team yang terlibat juga akan semakin meningkat lantaran mereka telah bekerja ekstra keras.

6. Crystal Methodology 

Lebih fokus ke kondisi tim yang bekerja, dibandingkan dengan proses atau tool-nya. Fokus metode ini ada di komunikasi tim, dokumentasi, interaksi, dan juga feedback.

Baca juga : Pengertian Open Order, Cash On Delivery dan Tips Membeli Barang Secara Online

7. Dynamic Systems Development Method (DSDM) 

Metode yang fokus dalam masalah keterlibatan seluruh anggota tim secara berkesinambungan. Tujuannya tentu saja untuk menghasilkan suatu software yang bermanfaat secara nyata dalam dunia bisnis.

8. Feature Driven Development (FDD) 

Lebih fokus dalam menyelesaikan suatu fitur. Hampir mirip dengan metode pertama (Scrum). Namun, masa iterasinya lebih singkat (2-20 hari).

Baca juga : Pengertian, Fungsi, Manfaat dan Jenis Spanduk

Kelebihan dan Kekurangan Metode Agile

Kelebihan dan Kekurangan Metode Agile

https://img.freepik.com/free-photo/group-young-business-people-working-office_158595-5210.jpg?size=626&ext=jpg&ga=GA1.2.1398227005.1655550954

Kelebihan dan kekurangan metode agile adalah sebagai berikut :

Kelebihan Metode Agile

  • Mampu menekan biaya produksi lantaran produk rintisannya hanya akan memuat fitur dasar yang mengawali fitur-fitur lain dalam produk. Selain itu, websitenya juga dibuat berdasarkan kebutuhan konsumen dan kondisi pasar.

  • Up to date. Metode ini lebih fleksibel dan mampu menerima perubahan. Kemampuan untuk beradaptasinya mampu menjadi kelebihan utama dari metode agile ini.

  • Lebih fleksibel, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan.

  • Prosesnya lebih singkat dan teratur.

  • Mampu membuat alur kerja yang lebih efisien dan lebih baik.

  • Memungkinkan untuk memecah pekerjaan/proyek menjadi unit kerja sesuai dengan tim.

  • Lebih responsif terhadap kebutuhan klien dan kondisi.

  • Membuat interaksi antara klien dan developer menjadi lebih intens. Dengan komunikasi yang baik, maka miss communication juga akan bisa diminimalisir.

  • Membuat kinerja tim menjadi lebih stabil.

  • Hasilnya lebih berkualitas.

  • Tidak membutuhkan resource yang terlalu besar.

Baca juga : Pengertian, Kelebihan, Kekurangan, Hingga Cara Mendesain Flyer

Kekurangan agile Metode Agile

  • Metode ini kurang cocok diimplementasikan pada tim yang tidak memiliki komitmen untuk bekerja sama atau menyelesaikan proyek bersama-sama.

  • Kurang tepat jika diimplementasikan pada tim dengan skala besar. Contohnya, tim dengan anggota lebih dari 20 orang.

  • Para developer harus senantiasa siap siaga, lantaran perubahan dapat terjadi sewaktu-waktu.

  • Jangkauan kerja yang dapat berubah-ubah juga menjadi salah satu kelemahan metode agile.

  • Adanya ketidakpastian waktu berakhirnya proyek. Terlebih ketika ada banyak perubahan.

Baca juga : Apa Itu Komersial?

F.A.Q Seputar Metode Agile

Apa yang Dimaksud dengan Agile?

Agile adalah metode pengembangan software komputer yang dilakukan secara bertahap dan berulang (iterasi). Dilakukan sesuai dengan kebutuhan klien. Pengambilan keputusannya juga lebih fleksibel, mendukung perubahan sesuai dengan kondisi pasar.

Kenapa Harus Menggunakan Metode Agile?

Metode agile ini memiliki lebih banyak keunggulan dibandingkan dengan metode Waterfall. Metode agile juga dinilai mampu membantu mempercepat waktu produk masuk/rilis di pasaran.

Baca juga : Wirausaha adalah

Apa Saja Ciri-Ciri Organisasi yang Agile?

Umumnya, organisasi yang menggunakan metode ini memiliki visi misi yang jelas dan detail, memiliki struktur yang datar, berani mencoba hal baru, setiap karyawannya memiliki peluang yang sama, dan mampu memanfaatkan teknologi tepat guna.

Apakah Metode Agile Memiliki Prinsip?

Ya, prinsip tersebut disebut juga sebagai 12 prinsip agile. Prinsip agile manifesto sendiri terdiri atas : kepuasan pelanggan, siap sedia menerima perubahan, membuat produk yang sinambung, adanya koordinasi harian, motivasi yang tinggi, komunikasi langsung, menggunakan produk sebagai indikator kemajuan, prinsip perkembangan berkelanjutan, perhatian lebih pada teknis, kesederhanaan, kemandirian, dan juga evaluasi.

Baca juga : Pengertian, Contoh, Keuntungan, Cara dan Tips Menjadi Reseller

Apa Perbedaan antara Metode Waterfall dan Agile?

Metode waterfall sendiri lebih fokus ke perencanaan dan eksekusi yang berurutan. Sementara itu, metode agile lebih mengutamakan kelincahan, kecepatan, dan fleksibilitas.

Apa Perbedaan antara Scrum dan Agile?

Agile adalah sekumpulan metode. Scrum sendiri merupakan metode yang menggunakan pendekatan agile. Jadi, Scrum sendiri adalah bagian dari metode agile. 

Baca juga : Pengertian Dropshipper, Cara Menjadi Dropshipper, Hingga Keuntungan Menjadi Dropshipper

Referensi :

https://www.niagahoster.co.id/blog/agile-adalah/ 

https://info.populix.co/articles/agile-adalah/ 

https://www.akseleran.co.id/blog/agile-adalah/ 

https://www.agilecampus.org/apa-itu-agile 

https://tomps.id/kupas-tuntas-pengertian-agile-dan-6-manfaat-utama-untuk-proyek-anda/