Jenis-Jenis E-Commerce dan Pengertiannya

Jenis-Jenis E-Commerce

Model bisnis sekarang ini ada banyak sekali. Salah satu model bisnis yang paling populer dan banyak diminati (baik oleh seller dan konsumen) adalah E-Commerce ini. Apa itu bisnis E-Commerce dan apa saja Jenis-Jenis E-Commerce? Yuk, simak pembahasannya dibawah ini!

Baca juga : Ini Dia Contoh Bisnis Plan

Pengertian E-Commerce

Berikut ini ada beberapa pengertian E-Commerce menurut para ahli :

  • Kotler dan Amstrong mendefinisikan E-Commerce sebagai, “Saluran Online yang dapat dijangkau seseorang menggunakan komputer, yang digunakan pebisnis untuk aktivitas bisnisnya dan digunakan konsumen untuk mendapatkan informasi dengan bantuan komputer yang dalam prosesnya diawali dengan memberikan jasa informasi sehingga dapat menentukan pilihan.”

Baca juga : Bisnis Model Canvas : Apa Itu Bisnis Model Canvas dan Elemennya?

  • Kalakota dan Whinston mengartikan E-Commerce sebagai, “suatu proses transaksi jual beli yang dilakukan oleh penjual dan pembeli dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya secara elektronik dengan menggunakan bantuan komputer sebagai perantara transaksi bisnis.”

  • Loudon mendefinisikan E-Commerce sebagai, “suatu proses transaksi jual beli yang dilakukan oleh penjual dan pembeli dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya secara elektronik dengan menggunakan bantuan komputer sebagai perantara transaksi bisnis.”

Baca juga : Pengertian Consumer dan Perbedaannya dengan Customer dan Client

Dari pengertian-pengertian diatas, dapat kita tarik kesimpulan sederhana bahwa E-Commerce merupakan jenis bisnis yang dilakukan menggunakan media elektronik. Dengan model bisnis ini, para penjual dan pembeli tidak harus bertemu secara langsung untuk melakukan transaksi. Pembeli dan penjual dapat memanfaatkan suatu media elektronik / platform digital tertentu sebagai media penghubung.

Baca juga : Cari Supplier Tangan Pertama agar Harganya Lebih Murah

Jenis-Jenis E-Commerce

Pengertian E-Commerce

Bisnis E-Commerce terbagi menjadi 7 jenis, yakni :

  • Business to Business (B2B) : jenis E-Commerce yang dilakukan antar pihak perusahaan saja. Jadi, dalam jenis-jenis E-Commerce yang satu ini, suatu perusahaan akan menjual produknya ke perusahaan lain. Contohnya saja adalah Jubelio.

  • Business to Consumers (B2C) : transaksi E-Commerce dimana penjual/seller/produsen menjual barang/jasa langsung pada konsumen/pengguna akhirnya. Transaksi dilakukan menggunakan platform/media jualan online. Contoh, Bhinneka, Berrybenka dan Tiket.com.

Baca juga : Cara Jualan Produk Skincare

  • Consumer to Consumer (C2C) : transaksi penjualan dilakukan antar konsumen, atau konsumen satu ke konsumen lainnya. Jenis E-Commerce satu ini biasanya akan membutuhkan wadah/perantara yang dapat mempertemukan antar konsumen secara online. Contoh penerapannya adalah di marketplace seperti OLX, Tokopedia, Lazada, dan Shopee.
  • Consumer-to-Business (C2B) : jenis bisnis E-Commerce dimana sekelompok besar individu-lah yang menyediakan jasa/produk mereka bagi perusahaan yang mencari jasa/produk tersebut. Contoh paling mudahnya adalah perusahaan-perusahaan yang menjual foto bebas royalti, media, desain dan sebagainya seperti www.istockphoto.com 

Baca juga : Cara Menjalankan Bisnis Online Terbaru

  • Business-to-Administration (B2A) : merupakan jenis e-commerce yang mencakup seluruh transaksi antara perusahaan dengan administrasi publik. Contohnya saja adalah, layanan www.pajak.go.id dan www.bpjs-online.com yang diterapkan oleh pemerintah.

  • Consumer-to-Administration (C2A) : mencakup kegiatan online yang berupa pelayanan transaksi elektronik yang dilakukan antara individu dan pihak administrasi publik. Contoh, proses pembelajaran jarak jauh, pembayaran iuran seperti jamsostek, pembayaran pajak pribadi, dan lain sebagainya.

Baca juga : Ide Jualan Makanan dan Caranya

  • Online-to-Offline (O2O) : merupakan jenis E-Commerce yang digunakan untuk menarik pelanggan dari saluran online untuk lingkup kegiatan offline/fisik. Dengan memanfaatkan berbagai saluran offline yang ada, kita bisa semakin mempromosikan produk dan memperluas jangkauannya, mempermudah konsumen dalam memesan layanan yang mereka inginkan, dan sejenisnya.

Contoh, kamu bisa menggunakannya untuk mempromosikan bisnis pusat kebugaran (gym) yang kamu miliki dan menarik lebih banyak pelanggan untuk datang ke tempat gym milikmu. Beberapa perusahaan seperti Gojek (dengan layanan Go Food dan Gomartnya, dll), Grab (dengan layanan Grabfood dan Grabmartnya, dst), dan Airbnb juga menjalankan bisnis mereka dengan model O2O ini.

Baca juga : Cara Jualan Baju bekas Secara Online dan Offline