Open Reseller Artinya? Inilah Penjelasannya

Bagi anda yang ingin menjadi reseller harus mencari brand yang memiliki tanda Open Reseller.

Idealnya tentu saja Anda ingin bergabung menjadi reseller tanpa modal sepeser pun. Namun, beberapa brand biasanya meminta biaya bergabung menjadi reseller dengan nominal tertentu. Bagi anda yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan, simak cara mudah bergabung menjadi reseller online shop melalui situs kami.

Idealnya tentu saja Anda ingin bergabung menjadi reseller tanpa modal sepeser pun. Namun, beberapa brand biasanya meminta biaya bergabung menjadi reseller dengan nominal tertentu. Bagi anda yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan, simak cara mudah bergabung menjadi reseller online shop melalui situs kami.

Open Reseller Artinya?

Open Reseller Artinya?

 

Jika Anda melihat tanda open reseller di toko online atau merek tertentu, itu berarti mereka membuka peluang bagi orang-orang yang ingin menjadi reseller mereka. Open Reseller Artinya? Reseller dapat membeli sejumlah barang dari toko online dengan harga yang lebih murah. Keuntungan diperoleh dari selisih harga jual dan beli.

Cara Gabung Reseller Secara Mudah

Sudah banyak contoh yang membuktikan bahwa kegiatan reseller mampu menghasilkan cash yang tinggi. Reseller sendiri jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah seseorang yang membeli suatu produk, kemudian menjualnya kembali untuk mendapatkan keuntungan, sehingga tidak memproduksi barang yang dijual secara mandiri. Jadi, tidak perlu berlama-lama. Langsung saja kita pahami artikel ini tentang cara mudah bergabung menjadi reseller.

1. Tentukan Produk Yang Ingin Anda Jual

Memilih produk untuk dijual kembali seperti reseller sama seperti memilih bahan untuk memasak. Jika produk yang Anda pilih jelek dan tidak menarik minat orang, maka ada kemungkinan 99% bisnis reseller Anda akan gagal. Oleh karena itu, untuk memilih produk yang ingin Anda jual, jawab dulu pertanyaan berikut!

  • Apakah produk yang Anda pilih dapat memenuhi kebutuhan makelarn pelanggan?
  • Apakah produk yang Anda pilih memberikan kualitas dan nilai kepada pelanggan potensial?
  • Apakah produk Anda dapat mengatasi masalah yang ada di pasaran dan belum ada solusinya saat ini?
  • Hitung margin keuntungan yang akan Anda dapatkan, apakah bisa memberikan penghasilan yang stabil?

Jika setidaknya produk yang akan Anda pilih dapat menjawab salah satu pertanyaan di atas, maka Anda dapat memutuskan untuk bergabung dengan toko online reseller.

2. Cari Supplier

Meski fokus kamu bergabung menjadi reseller tanpa modal, bukan berarti kamu sembarangan memilih supplier lho! Tidak masalah jika pemasok mengharuskan Anda membayar biaya pendaftaran selama mereka dapat memberikan layanan dan produk berkualitas baik. Beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat memilih supplier untuk reseller adalah:

  • Jaminan Kualitas: Pemasok yang baik biasanya memiliki tim quality assurance sendiri yang dapat menjamin kualitas produk sejak diproduksi hingga sampai ke tangan konsumen.
  • Ketentuan Pembayaran: Bagaimana sistem pembayaran yang dilakukan oleh supplier? Apakah mereka menerima pembayaran cicilan dan sebagainya?
  • Ketentuan Pengembalian barang: Dapatkah produk yang rusak dikembalikan? Jika demikian, apa persyaratannya?

Model Bisnis: Apakah Anda ingin menjadi dropshipper? Pastikan bahwa pemasok memang sedang membuka peluang untuk model bisnis yang ingin Anda jalankan.

Baca juga : Begini Cara Menjadi Reseller Lazada

Cara Kerja Reseller

Cara kerja makelar dan reseller tidak jauh berbeda, yaitu pelaku berperan sebagai perantara antara pencari produk atau jasa dengan pemilik produk, yang nantinya makelar akan menambah biaya tambahan untuk pekerjaan mencari produk atau jasa tersebut. Yang membedakan reseller dengan cara bisnis sejenis lainnya seperti broker adalah reseller tidak serta merta hanya mencari produk atau jasa yang sedang dicari orang lain, tetapi juga bisa menjual produk milik provider atas inisiatif atau keinginan sendiri.

Misalnya Anda ingin menjual aksesoris untuk gadget atau handphone, namun tidak memiliki modal untuk memproduksinya sendiri atau menjadi distributor dari pabrik atau produsen aksesoris tersebut. Maka dari itu anda mencari penjual yang menyediakan barang tersebut, dan anda membeli misalnya 5 jenis barang dengan jumlah masing-masing sekitar 50 pcs, yang kemudian anda jual kembali dengan harga yang lebih tinggi dari harga beli.

Keputusan Anda memilih produk aksesoris gadget bukan hanya karena melihat peluang pasar, tetapi karena ingin menjual barang jenis ini karena memiliki pengalaman dan pengetahuan yang cukup, misalnya. Lokasi penjualan tidak hanya menggunakan cara offline seperti menyewakan gerai, ruko, atau kios, tetapi Anda bisa menjualnya secara online melalui marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, media sosial seperti Instagram dan lain sebagainya.

Atau menggunakan platform online lainnya seperti sebagai situs toko online yang Anda kembangkan dan kelola sendiri. Cara memasarkan produk atau jasa yang Anda jual kembali juga sangat beragam, dan tergantung dari jenis produk atau jasa yang Anda tawarkan tentunya.

Misalnya, Anda bisa menggunakan alat pemasaran tradisional seperti menyebarkan brosur, leaflet, flyer, atau memasang iklan di koran dan majalah, dan Anda juga bisa memasarkan secara online dengan memasang iklan di Google Ads, atau menggunakan Facebook dan Instagram Ads jika Anda menjual melalui ini. media sosial.

Baca juga : Perbedaan Agen dan Reseller Hingga Tugas Agen dan Reseller Dalam Menjalankan Bisnis

Baca juga : Pengertian, Contoh, Keuntungan, Cara dan Tips Menjadi Reseller

Syarat Menjadi Seorang Reseller

Untuk menjadi reseller tentunya harus memiliki modal yang besar. Memiliki uang atau dana yang digunakan untuk membeli dan menimbun barang yang nantinya akan Anda jual kembali. Selain dana atau modal, tentunya Anda juga harus belajar menjadi ahli dalam memasarkan produk dan juga memiliki hubungan yang baik dengan banyak supplier. Supplier pasti akan menjadi sumber utama barang atau produk yang akan Anda jual kembali.

Apalagi jika anda sudah menjadi reseller di dunia maya, maka tentunya anda juga kurang lebih wajib mengetahui segala macam teknik ngeblog, berdagang di toko online, cara berpromosi di media sosial dan juga segala macam kegunaan media online lainnya. Hal ini tentunya dilakukan untuk dapat melancarkan aktivitas atau aktivitas jual beli atau jual beli yang Anda lakukan di internet.

Baca juga : Kelebihan dan Kekurangan Dropshipper Maupun Reseller

Contoh Kegiatan Reseller

Untuk contoh kegiatan atau kegiatan reseller sangat mudah misalnya anda membeli barang atau produk di sekitar daerah tempat tinggal anda. atau juga membeli barang atau produk secara online, seperti aksesoris, tas, makanan, kosmetik, mainan dan segala macam pakaian, asalkan barang atau produk tersebut awet dan tidak mudah rusak.

Setelah itu anda menjual kembali barang tersebut dengan harga yang sedikit lebih tinggi, baik itu dijual langsung di dunia nyata, atau juga dijual secara online, makanya anda disebut reseller.

Baca juga : Tips Reseller Dropship: Menggunakan Instagram untuk Berjualan (2)

Keuntungan Menjadi Reseller

Salah satu keuntungan yang Anda dapatkan dengan menerapkan metode bisnis reseller adalah kelebihan harga atau margin keuntungan yang Anda terapkan pada produk atau jasa penyedia yang Anda jual kembali kepada orang lain. Belum lagi jika Anda mendapatkan diskon dari suatu produk atau penyedia jasa pada setiap transaksi yang Anda lakukan, keuntungan yang akan Anda dapatkan tentunya akan lebih besar.

Lebih bagus lagi jika Anda mendapatkan penyedia produk atau jasa yang tidak mengharuskan Anda membayar terlebih dahulu sebelum Anda menjualnya kembali, maka Anda bisa mendapatkan keuntungan yang besar tanpa memerlukan modal. Keuntungan lengkap menjadi reseller antara lain sebagai berikut:

  • Tidak perlu stok barang lebih dari yang dibutuhkan
  • Tidak ada biaya dan proses produksi barang atau jasa
  • Tidak membutuhkan biaya besar untuk pemeliharaan barang

Mengambil selisih antara harga jual yang ditawarkan oleh penyedia dan yang ditawarkan kepada pelanggan.

Baca juga : Lebih untung mana? Reseller atau Dropshipper?

Kerugian Menjadi Reseller

Selain keuntungan yang bisa Anda dapatkan, ada juga beberapa kelemahan dalam menerapkan metode bisnis reseller yang kemungkinan besar akan Anda alami saat menjalankannya. Beberapa kerugian menjadi reseller salah satunya adalah resiko besar barang atau jasa yang disediakan oleh provider tidak memenuhi standar pelanggan Anda, yang akan mengakibatkan Anda menerima komplain dari mereka.

Belum tentu salah mereka, tapi bisa jadi karena Anda salah mengambil barang atau salah memilih layanan sehingga tidak sesuai harapan pelanggan Anda. Faktor merugikan lainnya adalah kemungkinan besar barang yang Anda beli dalam jumlah banyak tidak laku, atau sudah terjual sebagian tetapi belum mampu menutupi modal yang Anda keluarkan. Adapun beberapa kerugian lain yang akan Anda dapatkan ketika menjalani metode bisnis Reseller antara lain sebagai berikut:

  • Anda tidak dapat mempertahankan kualitas produk (tergantung pada penyedia/pemasok),
  • Harga pembelian produk dari provider dapat berubah sewaktu-waktu,
  • Stok atau ketersediaan barang tidak dapat Anda kelola dan kelola,

Umumnya Anda akan menjual dengan harga lebih tinggi dari pesaing (kecuali Anda bisa mendapatkan diskon besar dan kuat dari penyedia produk atau layanan).

Baca juga : Perbedaan Agen dan Reseller Hingga Tugas Agen dan Reseller Dalam Menjalankan Bisnis

Tips Menjadi Reseller Sukses (Untuk Pemula)

Tentunya dalam menjalankan bisnis apapun akan selalu ada berbagai risiko yang mungkin terjadi, yang jika tidak diantisipasi atau diidentifikasi terlebih dahulu dapat sangat merugikan Anda. Termasuk cara reseller yang seperti yang sudah Anda baca sebelumnya memiliki beberapa faktor yang dapat merugikan, dan tentunya akan berbahaya bagi kelangsungan bisnis Anda.

Untuk itu kami ingin menyampaikan beberapa tips yang dapat anda lakukan agar bisnis reseller yang anda jalankan dapat berjalan dengan lancar dan meminimalisir resiko kerugian yang mungkin terjadi. Beberapa tips yang bisa Anda coba antara lain sebagai berikut:

  • Jangan menjual kembali barang atau jasa yang Anda sendiri belum kuasai dan pahami secara mendalam tentang barang atau jasa tersebut, agar nantinya Anda tidak salah membeli atau membuat janji yang salah kepada pelanggan.
  • Jangan menimbun barang terlalu banyak jika tidak yakin seberapa besar permintaan barang tersebut,
  • Jangan menjual secara membabi buta, dalam artian tidak disarankan untuk menjual kembali barang-barang yang Anda sendiri tidak tahu apakah akan laku di pasaran, apalagi jika Anda harus menimbunnya.
  • Pilihlah penyedia atau supplier produk yang terpercaya dan sudah anda uji dan buktikan sendiri kualitasnya, karena nantinya kepuasan pelanggan anda menjadi tanggung jawab anda sendiri.
  • Pastikan juga garansi dan kebijakan pengembalian produk atau penyedia layanan sehingga jika pelanggan Anda memiliki masalah terkait hal ini Anda dapat meminta jaminan dari penyedia produk atau layanan sesuai dengan aturan yang mereka tetapkan.

Demikian ulasan artikel tentang Open Reseller Artinya? Inilah Penjelasannya, semoga bermanfaat.

Baca juga : Kelebihan dan Kekurangan Dropshipper Maupun Reseller

Mau buka toko online dropship anti ribet?

Yuk join di demanda.id  sekarang juga!

Dengan Demanda, kamu bisa memiliki bisnis online kamu sendiri. Kamu bisa menjadi reseller atau dropshipper yang barangnya DISIAPIN, DIBUNGKUSIN, & DIKIRIMIN ke pelanggan kamu ATAS NAMA KAMU! Modal terbatas? Jangan khawatir, modal untuk berjualan di Demanda adalah 0 rupiah alias GRATIS. Yuk gabung sekarang dan dapatkan uang tambahan jutaan rupiah perbulan!

Download app-nya sekarang!

google play iconc2

app store icon